Menuai Program Pendidikan Karakter Di Sekolah

Beberapa tahun yang lalu pemerintah mendeklarasikan program pendidikan berbasis karakter, yaitu pendidikan  formal yang menitik beratkan selain kemampuan kognitif siswa juga memberikan perhatian terhadap perilaku, akhlaq dan moral siswa. Hal ini dilakukan dengan cara membuat penilaian dan evaluasi perilaku siswa selama belajar dan hasilnya juga dilaporkan kepada orang tua layaknya penilaian akademis lainnya.

Tidak ada study secara khusus apakah hasilnya bisa mengurang perilaku dan moral kurang baik siswa atau tidak, namun bagi saya sebagai seorang pendidik tidak tampak adanya pengurangan kuantitas maupun kualitas perilaku buruk siswa disekolah. mengajari siswa untuk selalu berdo'a sebelum dan sesudah belajar, mengajari ucapan dan perkataan yang baik, memberikan contoh perilaku yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan, memberikan keteladanan sikap, memberikan ceramah agama ternyata tidak cukup untuk memberikan efek baik dalam kehidupan siswa. Diluar jam sekolah dan diluar jam pantauan guru dan orang tua masih banyak perilaku buruk yang bisa dicontoh dan ditiru.

Apakah berarti gagal ? saya pikir jawabnya tidak. Mengapa ? pendidikan karakter tidak 100% tanggungjawab sekolah. Orang tua sebagai tonggak utama pembentuk moral dan perilaku anak harus bersinergi dengan sekolah untuk keberhasilan pendidikan karakter ini. Jika tidak ada kerjasama , apalagi satu suara maka yang terjadi malah saling melemparkan tanggungjawab jika ada sebuah kasus di sekolah yang melibatkan anak. Inilah yang perlu dievaluasi tentang pendidikan karakter ini. Harus ada semacam SOP yang dibentuk oleh orang tua dan sekolah termasuk porsi tanggung jawab yang dibuat secara detail jika program ini ingin berhasil.

Saatnya kita peduli dengan moral anak kita. Ingat sekarang Indonesia sudah darurat moral. Pantaulah perilaku anak anak kita baik di rumah maupun di luar rumah, dampingi tontonan yang cocok untuk umurnya, berikan pendidikan keteladanan, bukan hanya menyuruh tetapi orang tua pun tidak punya perilaku yang lebih baik dari anaknya. 

demikian semoga bermanfaat

Comments

Popular posts from this blog

Bukan Jodoh, Cepat Ambil Keputusan Jika 11 Hal Ini Terjadi Pada Pasangan Anda

6 Tips Mempersiapkan Diri Menghadapi Ujian

8 Alasan Wanita Harus Traveling Sendiri Sekali Seumur Hidup