Begini Sebab Makanan Lebih Enak Dibungkus Daun Pisang

shares

Ditengah bervariasi pembungkus makanan dari jenis plastik atau kertas, daun pisang adalah jenis pembungkus makanan yang masih dipertahankan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Bahkan di gerai makanan berkelas penggunaan daun pisang sebagai pembungkus berbagai jenis kuliner malah semakin marak. Hal ini disebabkan selain daun pisang mengandung zat polifenol dan antioksidan yang banyak bermanfaat bagi kesehatan tubuh, juga bisa menjaga kepedulian kita terhadap limbah organik. Limbah daun pisang mampu terurai dengan mudah dibanding dengan jenis pembungkus makanan yang lain.

Menurur penelitian, daun pisang memiliki lapisan seperti lilin yang memiliki aroma khas. Ketika makanan panas ditempatkan di atas atau dalam daun tersebut, 'lilin' akan meleleh dan menebarkan aroma harum tersebut ke makanan. Rasa makanan pun jadi lebih nikmat dan enak disantap. Sebagai perbandingan, lontong yang dibungkus menggunakan daun pisang dengan lontong yang dibungkus plastik, tentu rasanya jauh lebih enak lontong pertama.

Urusan steril gak usah takut, daun pisang mengandung bahan organik yang memiliki sifat kontaminan alami di permukaan daunnya. Berbagai macam bakteri dipermukaan daun seperti Bacilius Cereus, B.subtilis, Lacotbacillus acidophilus sp, Staphylococcus aureus, S.epidermidis, Pseudomonas sp, Corynebacrium sp, Mocrococcus sp. Kapang seperti Mucor Mucedo, Aspergillus niger, A. flavus, Penicilium expansum, Rhizopus stolonifer (Supardi dan Sukamto, 1999)
  

Namun semakin langkanya daun pisang, tentu harganya lebih mahal dibandingkan dengan pembungkus plastik maupun kertas. Untuk mensiasatinya bagi anda yang punya lahan di perkotaan bisa ditanami pisang untuk pembungkus. Namun hal ini tidak berlaku bagi masyarakat di pedesaan yang masih melimpah daun pisang dimana mana.


Related Posts

0 komentar:

Post a Comment