Cash On Delivery, Sistem Pembayaran Paling Populer Konsumen Belanja Online

shares

Akhir akhir ini sering kita jumpai iklan jualan situs online atau bahasa kerennya situs ecommerce seperti Blibli, Lazada, Salestock, Zalora, Elevenia, Tokopedia dan masih banyak lagi lainya, marak di media massa. Bagi sebagian masyarakat ini adalah cara yang sangat menguntungkan untuk membeli barang tanpa harus ke supermarket atau ngantri di kasir, cukup dengan pesan, antar dan bayar. Selain itu semakin maraknya toko online ini juga menjadi pertanda bahwa kepercayaan transaksi online oleh masyarakat Indonesia semakin meningkat dan semakin dipercaya dari aksi penipuan atau hal hal lainnya yang bisa menurunkan kepercayaan konsumen.
Dari sekian banyak hal dalam management toko online yang menjadi perhatian konsumen adalah cara atau sistem pembayaran selain management garansi online, kemudahan akses, kualitas dan harga dan lain sebagainya. Sebenarnya ada 3 type pembayaran dalam transaksi jual beli online : transfer antar bank , cash on delivery dan rekening bersama (rekber), tetapi yang paling disukai konsumen dan paling populer adalah sistem pembayaran Cash On Delivery.

Apa yang dimaksud Cash On Delivery dalam transaksi belanja online ?

COD adalah salah satu fasilitas sistem pembayaran paling populer yang diberikan oleh toko online untuk melayani konsumen dan pembeli tanpa memerlukan kartu kredit dan rekening bank. Pembeli hanya perlu belanja melalui situs online, kemudian memilih barang dan typenya sesuai yang diinginkan untuk dibeli, memasukkan alamat pembeli, lalu membayarnya barang yang dipesan sudah sampai di depan pintu rumah pembeli. Dalam bahasa yang sederhana, barang datang baru dibayar. 

Mengapa COD paling populer dibanding transaksi belanja lainnya ?

Menurut Co-founder Zalora Indonesia, Hadi Wenas 40% sistem pembayaran Zalora memilih COD sisanya dengan transfer bank dan kartu kredit. Beberapa keuntungan belanja dengan sistem COD diantaranya :
  • Tidak perlu membuka rekening atau membuat kartu kredit.
  • Jaminan ada barang ada uang , karena barang datang baru dibayar.
  • Sangat cocok untuk para konsumen pemula (masih coba coba dan belum berlangganan tetap).
Namun demikian kekhawatiran pelaku usaha situs belanja online akibat COD juga beralasan karena mudahnya pembeli mengembalikan barang (tidak jadi beli). Tentu saja sebelum pembeli menyerahkan uangnya, transaksi belum resmi dilakukan, terlepas dari beberapa kali ia pesan.  Pembeli bisa mencari di browser intrnet kapanpun dan toko online tetap harus kehilangan waktu dan tenaga. Pembeli type seperti ini pasti ada tetapi tidak banyak. Salah satu solusi untuk menghindari ini adalah dengan memberikan informasi selengkap mungkiin.

Selain itu, beberapa pembeli akan mengambil keuntungan dari COD dan merugikan perusahaan. Terkadang ada pembeli yang membatalkan pembelian mereka setelah pesanannya diantarkan dan dilihat. Dikasus lain, pembeli akan memesan 2 sampai 3 barang yang sama tetapi dengan ukuran atau warna yang berbeda, kemudian  memilih satu yang mereka inginkan ketika kurir sudah mengantarkan barangnya.

Nah, apapun masalahnya, kita sebagai konsumen harus mengerti betul bagaimana berbelanja melalui situs belanja online. Chef Marketing Officer Lazada Indonesia, Sebastian Sieber menjelaskan konsumen harus paham betul membedakan apakah sebuah situs ecommerce bisa dipercaya untuk melakukan transaksi. Ia memberikan beberapa tips untuk memilih situs belanja online dengan baik.
  • Pastikan situs ecommerce yang dikunjungi mempunyai layanan customer service yang bisa dihubungi kapan saja. Ini berguna ketika Anda ingin mengetahui status pengiriman barang atau menanyakan hal lain seputar produk yang dibeli.
  • Periksa dengan teliti kebijakan situs ecommerce yang dikunjungi. Ada baiknya melihat secara seksama bagian Terms & Condition demi mencegah “penipuan” dari situs itu sendiri. Mengapa? Karena posisi mereka adalah sebagai perantara penjual dan konsumen.
  • Cari tahu apakah situs ecommerce tersebut mendapat dukungan dari pihak luar dengan reputasi tinggi. Misalnya, sebuah situs belanja online didukung oleh salah satu bank nasional atau perusahaan telekomunikasi. Artinya, keberadaan situs ini telah diakui.
  • Periksa sertifikasi keamanan yang digunakan dalam sistem pembayaran secara online. Contohnya, saat membayar produk dengan kartu kredit, sistem transaksinya sudah mendapatkan sertifikat dari layanan pembayaran keamanan. Norton dan Veritrans adalah dua layanan yang biasa menggandengecommerce.
  • Lihat informasi lebih jauh tentang situs ecommerce tersebut dari pihak ketiga. Anda bisa mendapatkannya dengan berselancar di internet atau bertanya pada orang lain yang pernah berbelanja di sana.


Related Posts

0 komentar:

Post a Comment